KARSINOMA SEL BASAL

KARSINOMA SEL BASAL

SINONIM

Beberapa sinonim dikenal antara lain : basal cell epithelioma (BCE),basalioma, ulkus rodens, ulkus jacob, tumor komprecher, basal cell carcinoma (BCC).

EPIDEMIOLOGI

Merupakan tumor malignant/ganas yang bersifat pertumbuhannya lambat. Sebagian besar pasien berusia lebih dari 40 tahun dan mengenai lebih banyak pria dibandinmgkan perempuan. Sangat jarang terjadi pada anak-anak. Lebih banyak muncul pada individu yamg berhubungan dengan pemaparan sinar matahari. Resiko terjangkit penyakit ini menurun pada orang-orang kulit berwarna, terutama sangat jarang terjadi pada orang-orang negro afrika.

ETIOLOGI

Idiopatik,pemaparan yang berlebihan oleh sinar matahari, radiasi ionisasi (X-ray, radium), karsinogen kimiawi (tembakau, ter, minyak tanah, oli), trauma mekanik, trauma suhu, dan mengkonsumsi makanan yang mengandung arsen secara terus menerus, diketahui dapat meningkatkan resiko. Juga biasanya pada individu yang mempunyai riwayat keluarga yang menderita penyakit ini.

GEJALA KLINIS

Tumor ini umumnya ditemukan didaerah berambut,bersifat invasif,jarangmmempunyai nak sebar (metastases). Dapat merusak jaringan sekitarnya,malah dapat sampai ketulang, serta cenderung untuk residif lebih-lebih bila pengobatan tidak adekwat.

Bentuk klinis yang banyak ditemukan :

  • Bentuk nodulus (termasuk ulkus rodens )

Bentuk ini paling sering ditemukan. Gambaran klinis yang khas berupa gambaran keganasan dini seperti : tidak berambut, berwarna coklat/hitam, tidak berkilat (keruh). Bila sudah berdiameter 0,5 cm sering ditemukan pada bagian pinggir berbentuk papula,meninggi, anular, dibagian tengah cekung yang dapat berkembang menjadi ulkus (ulkus rodent) kadang-kadang ditemukan telangiektasis. Pada perabaan terasa keras dan berbats tegas.

  • Bentuk kistik

Bentuk ini agak jarang ditemukan. Permukaannya licin, menonjol dipermukaan kulit berupa nodus atau nodulus. Pada perabaan keras dan mudah digerakkan dari dasarnya.

  • Bentuk superfisial

Bentuk ini menyerupai bentuk Bowen. Lupus eritematosus, psoriasis atau dermatomikosis. Ditemukan dibadan umumnya multipel. Ukurannya dapat berupa plakat dengan eritema, skuamasi halus dengan pinggir yang agak keras seperti kawat dan agak meninggi. Warnanya dapat hitam berbintik-bintik atau homogen yang kadang-kadang menyerupai melanoma maligna.

  • Bentuk morfea

Secara klinis menyerupai morfea akan tetapi ditemukan tanda-tanda berupa kelainan yang datar, berbatas tegas, tumbuhnya lambat, berwarna kekuningan, pada perabaan pinggirnya keras.

PERJALANAN PENYAKIT

Kronis, perjalanan penyakitnya lambat, perkembangannya menjadi progresif saat berbentuk nodul-nodul yang baru, krusta dapat terlepas dari lesi membentuk jaringan ulserasi yang meluas. Biasanya dibutuhkan 2-3 tahun pada lesi untuk membesar mencapai 1 cm. Kasus-kasus yang tidak diobati dapat menginvasi tulang, mata dan antrum.

HISTOPATOLOGI

Sebagai dasar diagnosis. Pada gambaran histopatologi didapat gambaran proliferasi sel-sel basal epidermis yang atipik dengan atau tanpa differensiasi ( keratinisasi, struktur yang menyerupai folikel, ataupun kelenjar ) dan menginvasi sampai ke dasar dermis membentuk suatu kolom yang ireguler. Sel-sel yang membentuk massa ini dibagian perifer tersusun seperti polisade. Beberapa mitosis dapat terlihat. Pembentukan kista dengan degenerasi koloid dapat ditemukan. Tingkat inflamasi yang mengelilingi lesi berhubungan dengan derajat ulserasi. Respon berupa terbentuknya jaringan fibroblastik mencirikan basalioma tipe morfea.

PETUNJUK UNTUK MENEGAKKAN DIANOSIS

Tersangka basalioma dapat didiagnosis pada penderita dewasa dengan timbulnya gambaran kompleks yng dapat timbul bersama-sama berupa : lesi yang tidak nyeri, pertumbuhan yang lambat, tumor yang translusen atau berupa plak, dengan karakteristik seperti lilin, lingkaran yang berbatas tegas dapat disertai dengan ulserasi dan berdarah.

DIAGNOSIS BANDING

  • Karsinoma sel skuamosa
  • Keratosis seboroik
  • Melanoma maligna

PENATALAKSANAAN

Penatalaksanaan sebaiknya dimulai semenjak diagnosis ditegakkan. Tujuannya adalah untuk mengobati secara permanen dengan mempertahankan faktor kosmetik estetika. Pengobatan bersifat individual yang tergantung pada ukuran, lokasi, dan tipe lesi. Tindakan bedah berupa eksisi dan radioterapi diketahui efektif. Lesi yang kecil dapat diobati dengan kuretase dan elektrokoagulasi/kauterisasi. Lesi dengan tipe morfea mempunyai sifat resisten terhadap radioterapi. Kemosurgeri dengan tehnik Mohn’s sangat membantu pada lesi yang bersifat invasif. Obat – obat sitostatika topikal dapat membantu pada tipe superfisialis. Biopsi harus dilakukan pada semua lesi.

PROGNOSIS

Prognosisnya cukup baik, bila diobati sesuai dengan cara yang telah ditekuni oleh masing-masing bagian.

DAFTAR PUSTAKA

  1. I Gusti Agung K. Ratu, “Tumor Kulit “, Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, Edisi ke-3, FKUI Jakarta Hal 211-223.
  2. Robbins dan Kumar, “Kulit”, Buku Ajar Patologi Anatomi I, Edisi ke-4, EGC, 1995: 125-150
  3. R. Sjamsuhidayat dan Wim de Jong, “Kulit”, Jarsinoma Sel Basal, Buku Ajar Ilmu Bedah, Edisi revisi, EGC, 1998:430.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: