Mengatasi Lubang Bekas Jerawat di Wajah.

Mengatasi Lubang Bekas Jerawat di Wajah.

Kulit halus tanpa lubang bekas jerawat adalah dambaan setiap orang. Untuk mendapatkannya banyak yang rela merogoh kocek lebih dalam dan waktu yang tidak sebentar untuk meraih mimpi memiliki wajah mulus. Antara lain dengan mengunakan metoda dermabrasi, mikrodermabrasi, dan terapi sinar laser. Namun ada baik Anda mengenal metoda ini sebelum menggunakan untuk menyelesaikan masalah Anda :

  • Dermabrasi

Manfaat dan Resiko Dermabrasi. Metoda ini sangat efektif untuk menghapus lubang jerawat yang dalam, karena metoda ini dapat mengikis kulit diarea yang dikehendaki walaupun berada pada daerah lapisan kulit terdalam.

Dermabrasi termasuk operasi kecil yang hanya berlangsung singkat dan biasanya hanya cukup satu kali terapi saja. Anda akan dibius lokal pada area yang dikehendaki atau Anda dapat meminta untuk ditidurkan total untuk meredam rasa sakit.

Metoda ini menggunakan alat khusus seperti sikat yang disebut dermabrator. Dia akan bergerak memutar dan mengikis kulit hingga mencapai lapisan yang diinginkan.

Walaupun metoda ini sangat efektif tetapi juga mempunyai resiko yang sebanding, untuk itu sebelum menggunakan metoda tersebut ada baiknya Anda mengetahui resiko-resiko yang akan Anda hadapi :

Setelah melakukan operasi, kulit wajah Anda akan berwarna merah, bengkak, terasa gatal, panas dan nyeri yang akan hilang dalam waktu 7-10 hari.

  1. Munculnya keloid pada bekas luka operasi yang akan menimbulkan rasa sangat gatal. Tetapi biasanya dokter akan memberikan injeksi atau krim yang mengandung kortikosteroid.
  2. Setelah operasi dermabrasi, Anda tidak boleh keluar ruangan selama dua minggu, karena hal itu akan berpengaruh dengan pertumbuhan kulit baru Anda.
  3. Setelah proses, Anda harus menghindari paparan siar matahari paling tidak 6 sampai 12 bulan. Tentu saja akan berpengaruh dengan aktifitas kerja Anda.
  4. Pori-pori kulit akan membesar disertai dengan kemunculan rambut-rambut putih yang halus. Tetapi biasanya hilang dengan terapi lanjutan yang diberikan dokter jika masalah ini muncul.
  5. Biaya yang dibutuhkan untuk terapi ini cukup besar dan waktu penyembuhannya pun sangat lama karena Anda harus menunggu terbentuknya jaringan kulit baru.

 

Baca juga : 6 Makanan Untuk Menghilangkan Bekas Jerawat
  • Mikrodermabrasi

Manfaat, biaya dan Resiko Mikrodermabrasi. Mikrodermabrasi adalah tindakan pengelupasan kulit yang digunakan untuk mengatasi lubang bekas jerawat yang lebih ringan dibandingankan dengan metoda dermabrasi.

Metoda ini menggunakan alat khusus dengan bahan utama kristal halus atau bubuk organik. Cara kerjanya adalah dengan mengandalkan semprotan mikro kristal dan vakum yang bersatu pada satu hand piece yang dapat mengangkat sel-sel mati dan memperbaiki countour kulit sehingga kulit akan tampak lebih bersih dan bercahaya.

Perawatannya dilakukan setiap 5-7 hari bervariasi antara 10 sampai dengan 24 kali tegantung kedalaman bekas jerawat. Waktu pengerjaannya 10 sampai dengan 20 menit untuk sekali terapi. Setelah itu, pasien dianjurkan untuk tidak terkena paparan matahari secara langsung.

Resiko yang akan dihadapi pasien tidak seberat seperti menggunakan metoda dermabrasi termasuk biaya yang dibutuhkan. Biasanya tarif perkunjungan untuk pengobatan ini berkisar antara 400 sampai dengan 1 juta perkunjungan.

Baca juga : Cara Mencegah Jerawat Datang Kembali

 

  • Sinar Laser untuk Menghilangkan Lubang Bekas Jerawat

Laser jerawat adalah salah satu bentuk pengobatan yang aman, efektif, efisien, tidak menimbulkan efek samping dan tanpa ada rasa sakit, tanpa pengelupasan kulit, pengamplasan kulit dan tanpa mengeluarkan darah.

Proses pengobatan ini ada dua cara, pertama adalah membunuh bakteri dan merangsang produksi kolagen yang dapat mengilangkan noda bekas jerawat. Cara kedua adalah dengan memberhentikan produksi minyak yang dikeluarkan kelenjar sebasea.

Adabanyak jenis laser yang digunakan untuk mengobati lubang akibat jerawat, misalnya Blue Lihgt Rays yang paling umum digunakan untuk mengatasi lubang bekas jerawat.

Terapi lain yang sering digunakan adalah dengan menggunakan bedah plastik. Dengan memasukkan jaringan lemak yang berasal dari bagian tubuh Anda yang lain untuk mengisi bagian-bagian area wajah Anda yang penuh dengan lubang. Tentu saja, metoda ini juga membutuhkan perawatan yang lama dan biaya yang tidak sedikit.

Leave a comment »

cara menghilangkan komedo

Cara Menghilangkan Komedo. Memiliki komedo memang bikin percaya diri kita menurun, namun jangan khawatir. Kali ini kami mencoba berbagi kepada anda yang sedang mencari artikel mengenai Cara Menghilangkan Komedo. Sebenarnya menghilangkan komedo ini memang tidak terlalu susah namun dibutuhkan perawatan secara teratur. Seperti Tips Kecantikan yang sebelumnya pernah di bahas yakni mengenai Cara Menghilangkan Bekas Jerawat dan Cara Menghilangkan Bau Mulut yang bisa anda simak di artikel sebelumnya. Langsung saja anda lihat tipsnya dibawah ini, dari pada penasaran bagaimana Cara Menghilangkan Komedo Secara Alami.

Cara Menghilangkan Komedo

 

Cara Menghilangkan Komedo

 

  • Kenali jenis kulit anda. Biasanya, komedo mudah muncul pada kulit yang berminyak. Dengan mengenali jenis kulit, Anda bisa lebih mudah memilih produk pembersih wajah yang cocok.
  • Pilihlah pembersih yang cocok, yang dapat membuat kulit wajah benar-benar bersih, segar, dan kenyal. Beri toleransi waktu sebulan untuk mencoba efektivitas pembersih yang Anda gunakan.
  • Pilih pelembab yang tepat. Bagi kulit normal dan berminyak, gunakan pelembab oil free. Sebenarnya, tubuh memiliki sistem alami yang bisa mengatur kelembaban kulit.
  • Hindari produk comedogenic. Produk lain yang bisa menimbulkan komedo adalah susu pembersih, tabir surya, alas bedak, bedak padat, shampo berbahan ginseng, dan kondisioner. Perlu diketahui, bedak padat merupakan produk yang mengandung zat comedogenic paling tinggi. Penggunaan bedak padat terlalu lama tak hanya menimbulkan komedo, tetapi juga jerawat.
  • Hidup sehat dan cukup gizi. Cukup tidur dan istirahat, hindari stres. Hal ini mungkin terdengar klise, namun coba terapkan hal kebiasaan ini, dan lihat hasilnya.
  • Facial menjadi salah satu cara untuk menghilangkan komedo secara tuntas dan tepat. Lakukan facial secara berkala dan setelah masa haid. Hal ini untuk menghindari terjadinya perubahan hormon dan kelenjar sebasia selama masa haid, yang memproduksi minyak lebih aktif.
  • Batasi mengonsumsi cokelat, susu cokelat, durian, kacang tanah, telur, kacang mete, keju, alpukat, mangga matang, kerang, krim bubuk, segala jenis susu (full cream, low atau non fat), gorengan, santan, dan daging berlemak.
  • Jika tak sabar dan ingin segera menghilangkannya, pergi saja ke dokter kulit. Biasanya, dokter akan menganjurkan untuk facial dan memberikan obat tertentu. Jika komedonya sudah sangat banyak, dokter akan menggunakan bantuan teknologi laser.

Leave a comment »

cara menghilangkan bekas jerawat secara alami

Cara Menghilangkan bekas jerawat, Apakah wajah anda penuh dengan bekas jerawat? ingin punya kulit wajah yang halus dan terlihat mempesona?. Jerawat maupun komedo memang 2 hal yang sangat di benci, apalagi oleh seorang wanita. meskipun bukan penyakit yang sangat berbahaya, tetapi jerawat bisa membunuh rasa percaya diri. Setelah kita berhasil menghilangkan jerawat, kadang kita juga harus menghilangkan bekas jerawat. Cara menghilangkan Bekas jerawat Setelah sebelumnya pernah membahas cara menghilangkan jerawat, sekarang bagaimana cara menghilangkan bekas jerawat. Ini karena jerawat yang dulunya parah kadang meninggalkan sebuah bekas yang sulit hilang. Berikut ini beberapa tips sederhana yang bisa dicoba untuk menghilangkan bekas jerawat. Yang pasti setelah jerawat dan bekas jerawat hilang akan membuat wajah lebih halus dan bersih. Menghilangkan bekas jerawat dengan Tomat. Tomat selain bisa kita gunakan untuk masak, juga bisa kita gunakan untuk menghilangkan bekas jerawat. vitamin A yang terkandung didalamnya mampu merangsang produksi kolagen. Caranya sangat mudah, kita iris tomat kemudian kita tempelkan pada bekas jerawat. Menghilangkan bekas jerawat dengan Putih Telur dan madu. Menghilangkan bekas jerawat bisa juga menggunakan putih telur. Caranya ambil putih telur lalu campur dengan madu, diaduk hingga bercampur. Oleskan campuran tadi pada bagian bekas jerawat yang ingin di hilangkan. Menghilangkan bekas jerawat dengan Menggunakan Bawang Merah Bumbu dapur ini juga bisa di coba untuk menghilangkan bekas jerawat pada wajah. Caranya juga sangat mudah, parut 1 puing bawang merah kemudian dioleskan ke tempat bekas jerawat. Menghilangkan bekas jerawat dengan Madu Madu alami atau madu asli bisa juga kita gunakan untuk menghilangkan bekas jerawat. caranya juga sangat mudah, ambil madu asli secukupnya kemudian oleskan pada bagian bekas jerawat sambil di pijat kecil. Diamkan beberapa saat kemudian bilas dengan air hangat Menghilangkan bekas jerawat dengan Menggunakan bekas teh / Teh basi. Bekas teh disini maksudnya adalah teh bekas/sisa teh yang bisa kita ambil ketika kita membuat teh panas. cara menggunakannya cukup usapkan pada bagian bekas jerawat. Menghilangkan bekas jerawat dengan Minyak Zaitun Minyak zaitun bisa kita gunakan untuk melembutkan kulit. dan jika digunakan secara teratur, minyak zaitun bisa juga untuk mengurangi tonjolan bekas jerawat. Itulah sedikit tips Cara Menghilangkan bekas jerawat. Tentu tak ada cara yang instan untuk menghilangkannya, kita harus rajin dan secara berkala melakukan cara di atas. Jika anda memiliki banyak uang, untuk menghilangkan jerawat bisa langsung datang ke dokter spesialis perawatan wajah. Mereka akan bekerja menghilangkan bekas jerawat anda dengan peralatan yang modern. Read more: http://www.rofingi.com/2012/04/tips-ampuh-cara-menghilangkan-bekas.html#ixzz1uK3dDLjo

Leave a comment »

ITIS

ITIS

Leave a comment »

VACUM EKSTRAKSI

 

VACUM EKSTRAKSI

A. Pengertian

Ektraksi Vacum adalah persalinan janin dimana janin dilahirkan dengan ekstraksi tekanan negative pada kepalanya dengan menggunakan ekstraktor vakum ( ventouse ) dari malstrom.

Alat yang umumnya digunakan adalah vacum ekstraktor dari malmstrom.prinsip dari cara ini adalah bahwa kita mengadakan suatu vacum ( tekanan negative ) melalui suatu cup pada kepala bayi. Dengan demikian akan timbul kaput secara artivisiil dan cup akan melekat erat pada kepala bayi.

Pengaturan tekanan harus di turunkan secara perlahan-lahan untuk menghindarkan kerusakan pada kulit kepala, mencegah timbulnya perdarahan pada otak bayi dan supaya timbul caput succedaneum.

B. Alat-alat Ektraksi Vacum

 

 

 

  1. Mangkok ( cup )
    Mangkok ini dibuat untuk membuat kaputsuksedeniu buatan sehingga mangkuk dapat mencekam kepala janin. Sekarang ini terdapat dua macam mangkuk yaitu mangkuk yang terbuat dari baha logam dan plastic. Beberapa laporan menyebutkan bahwa mangkuk plastic kurang traumatis disbanding dengan mangkuk logam. mangkuk umumnya berdiameter 4 cm sampai dengan 6 cm. pada punggung mangkuk terdapat:
    1. Tonjolan berlubang tempat insersi rantai penarik
    2. Tonjolan berlubang yang menghubungkan rongga mangkuk dengan pipa penghubung
    3. Tonjolan landai sebagai tanda untuk titik petunjuk kepala janin ( point of direction )

Pada vacuum bagian depan terdapat logam/ plastic yang berlubang untuk menghisap cairan atau udara.

  1. Rantai Penghubung
    Rantai mangkuk tersebut dari logam dan berfungsi menghubungkan mangkuk denga pemegang.
  2. Pipa Penghubung
    Terbuat dari pipa karet atau plastic lentur yang tidak akan berkerut oleh tekanan negative.pipa penghubung berfungsi penghubung tekanan negative mangkuk dengan botol.
  3. Botol
    Merupakan tempat cadangan tekanan negatif dan tempat penampungan cairan yang mungkin ikut tersedot ( air ketuban, lendir servicks, vernicks kaseosa, darah, dll )
    Pada botol ini terdapat tutup yang mempunyai tiga saluran :
    1. Saluran manometer
    2. Saluran menuju ke mangkuk
    3. Saluran menuju ke pompa penghisap
  4. Pompa penghisap
    Dapat berupa pompa penghisap manual maupun listrik

C. Teknik Tindakan Ekstraksi Vacum

  1. Ibu dalam posisi litotomi dan dilakukan disinfeksi daerah genetalia ( vulva toilet ). Sekitar vulva ditutup dengan kain steril
  2. Setelah semua alat ekstraktor terpasang, dilakukan pemasangan mangkuk dengan tonjolan petunjuk dipasang di atas titik petunjuk kepala janin. Pada umumnya dipakai mangkuk dengan diameter terbesar yang dapat dipasang.

 

  1. Dilakukan penghisapan dengan tekanan negative -0,3 kg/cm2 kemudian dinaikkan -0,2 kg /cm2 tiap 2 menit sampai mencapai -0,7 kg/cm2. maksud dari pembuatan tekanan negative yang bertahap ini supaya kaput suksedaneum buatan dapat terbentuk dengan baik

 

  1. Dilakukan periksa dalam vagina untuk menemukan apakah ada bagian jalan lahir atau kulit ketuban yang terjepit diantara mangkuk dan kepala janin.
  2. Bila perlu dilakukan anastesi local, baik dengan cara infiltrasi maupun blok pudendal untuk kemudian dilakukan episiotomi.
  3. Bersamaan dengan timbulnya his, ibu dipimpin mengejan dan ekstraksi dilakukan dengan cara menarik pemegang sesuia dengan sumbu panggul. Ibujari dan jari telunjuk serta jari tanan kiri operator menahan mangkuk supaya tetap melekat pada kepala janin. Selama ekstraksi ini, jari-jari tangan kiri operator tersebut, memutar ubun-ubun kecil menyesuaikan dengan putaran paksi dalam. Bila ubun-ubun sudah berada di bawah simfisis, arah tarikan berangsur-angsur dinaikan ( keatas ) sehingga kepala lahir. Setelah kepala lahir, tekanan negative dihilangkan dengan cara membuka pentil udara dan mangkuk kemudian dilepas. Janin dilahirkan seperti pada persalinan normal dan plasenta umumnya dilahirkan secara aktif.

 

D. Keuntungan Tindakan Ekstraksi Vacum

  1. Cup dapat dipasang waktu kepala masih agak tinggi, H III atau kurang dari demikian mengurangi frekwensi SC
  2. Tidak perlu diketahui posisi kepala dengan tepat, cup dapat di pasang di belakang kepala, samping kepala ataupun dahi.
  3. Tarikan tidak dapat terlalu berat. Dengan demikian kepala tidak dapat dipaksakan melalui jalan lahir. Apabila tarikan terlampau berat cup akan lepas dengan sendirinya.
  4. Cup dapat di pasang meskipun pembukaan belum lengkap, misalnya pada pembukaan 8-9 cm, untuk mempercepat pembukaan.untuk ini dilakukan tarikan ringan yang kontinu sehingga kepala menekan pada cervik. Tarikan tidak boleh terlalu kuat untuk mencegah robekan cervik. Di samping itu cup tidak boleh terpasang lebih dari ½ jam untuk menghindari kemungkinan timbulnya perdarahan pada otak.
  5. Vacum ekstraktor dapat juga dipergunakan untuk memutar kepala dan mengadakan fleksi kepala ( missal pada letak dahi ).

E. Kerugian Tindakan Ekstraksi Vacum

Kerugian dari tindakan vakum adalah waktu yang diperlukan untuk pemasanga cup sampai dapat ditarik relative lebih lama ( kurang lebih 10 menit ) cara ini tidak dapat dipakai apabila ada indikasi untuk melahirkan anak dengan cepat seperti misalnya pada fetal distress ( gawat janin ) alatnya relative lebih mahal disbanding dengan forcep biasa.

F. Yang Harus Diperhatikan Dalam Tindakan Ektraksi Vacum

  1. Cup tidak boleh dipasang pada ubun-ubun besar
  2. Penurunan tekanan harus berangsur-angsur
  3. Cup dengan tekanan negative tidak boleh terpasang lebih dari ½ jam
  4. Penarikan waktu ekstraksi hanya dilakukan pada waktu ada his dan ibu mengejan
  5. Apabila kepala masih agak tinggi ( H III ) sebaiknya dipasang cup terbesar (diameter 7 cm)
  6. Cup tidak boleh dipasang pada muka bayi
  7. Vacum ekstraksi tidak boleh dilakukan pada bayi premature

G. Bahaya-Bahaya Tindakan Ekstraksi Vacum

  1. Terhadap Ibu
    1. Robekan bibir cervic atau vagina karena terjepit kepala bayi dan cup
  2. Terhadap Anak
    1. Perdarahan dalam otak. Caput succedaneum artificialis akan hilang dalam beberapa hari,

Masalah Keperawatan

  1. Gangguan pemenuhan ADL
  2. Nyeri akut
  3. Resti infeksi

H. Diagnosa Keperawatan dan Intervensi Keperawatan

No

DIAGNOSA KEPERAWATAN

INTERVENSI KEPERAWATAN

1

Gangguan pemenuhan ADL berhubungan dengan kelemahan fisik

  1. Bimbing pasien melakukan ROM pasif sebelum melakukan ROM aktif dua kali sehari
  2. Ajarkan anggota keluarga cara-cara untuk membantu dalam ADL
  3. Ajarkan pasien atau keluarga untuk merencanakan atau melakukan ADL
  4. Berikan umpan balik positif untuk pencapaian hal-hal kecil dalam perawatan diri
  5. Identifikasi sumber-sumber dalam sistem dukungan sosial pasien, dan pada masyarakat yang lebih luas, yang dapat membantu dalam memenuhi ADL diluar batas kemampuan pasien

2

Nyeri akut berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan

  1. Berikan informasi tentang berbagai strategi untuk menambah penurunan rasa nyeri ( relaksasi, petunjuk imageri )
  2. Ajarkan atau awasi pasien menggunakan strategi yang dipilih untuk menambah penurunan rasa nyeri
  3. Ajarkan pasien untuk memakai daftar harian dari nyeri dan aktifitas untuk menentukan apa yang mencetuskan atau mengurangi rasa nyeri
  4. Memberikan perhatian terhadap penggunaan bahasa untuk menggambarkan rasa nyeri dan kedalamannya.

3

Resti infeksi berhubungan dengan luka jahitan perinium

  1. Ajarkan pasien untum memilih makanan yang tinggi kalori, tinggi protein, tinggi vitamin. Makanan tersebut dapat meningkatkan penyembuhan dan regenerasi selularserta memproduksi limfosit
  2. Ikuti langkah-langkah untuk pencegahan gangguan integritas kulit
  3. Cuci tangan selalu sebelum kontak dengan pasien
  4. Ganti balut 2 kali sehari

 

 

Leave a comment »

KARSINOMA SEL BASAL

KARSINOMA SEL BASAL

SINONIM

Beberapa sinonim dikenal antara lain : basal cell epithelioma (BCE),basalioma, ulkus rodens, ulkus jacob, tumor komprecher, basal cell carcinoma (BCC).

EPIDEMIOLOGI

Merupakan tumor malignant/ganas yang bersifat pertumbuhannya lambat. Sebagian besar pasien berusia lebih dari 40 tahun dan mengenai lebih banyak pria dibandinmgkan perempuan. Sangat jarang terjadi pada anak-anak. Lebih banyak muncul pada individu yamg berhubungan dengan pemaparan sinar matahari. Resiko terjangkit penyakit ini menurun pada orang-orang kulit berwarna, terutama sangat jarang terjadi pada orang-orang negro afrika.

ETIOLOGI

Idiopatik,pemaparan yang berlebihan oleh sinar matahari, radiasi ionisasi (X-ray, radium), karsinogen kimiawi (tembakau, ter, minyak tanah, oli), trauma mekanik, trauma suhu, dan mengkonsumsi makanan yang mengandung arsen secara terus menerus, diketahui dapat meningkatkan resiko. Juga biasanya pada individu yang mempunyai riwayat keluarga yang menderita penyakit ini.

GEJALA KLINIS

Tumor ini umumnya ditemukan didaerah berambut,bersifat invasif,jarangmmempunyai nak sebar (metastases). Dapat merusak jaringan sekitarnya,malah dapat sampai ketulang, serta cenderung untuk residif lebih-lebih bila pengobatan tidak adekwat.

Bentuk klinis yang banyak ditemukan :

  • Bentuk nodulus (termasuk ulkus rodens )

Bentuk ini paling sering ditemukan. Gambaran klinis yang khas berupa gambaran keganasan dini seperti : tidak berambut, berwarna coklat/hitam, tidak berkilat (keruh). Bila sudah berdiameter 0,5 cm sering ditemukan pada bagian pinggir berbentuk papula,meninggi, anular, dibagian tengah cekung yang dapat berkembang menjadi ulkus (ulkus rodent) kadang-kadang ditemukan telangiektasis. Pada perabaan terasa keras dan berbats tegas.

  • Bentuk kistik

Bentuk ini agak jarang ditemukan. Permukaannya licin, menonjol dipermukaan kulit berupa nodus atau nodulus. Pada perabaan keras dan mudah digerakkan dari dasarnya.

  • Bentuk superfisial

Bentuk ini menyerupai bentuk Bowen. Lupus eritematosus, psoriasis atau dermatomikosis. Ditemukan dibadan umumnya multipel. Ukurannya dapat berupa plakat dengan eritema, skuamasi halus dengan pinggir yang agak keras seperti kawat dan agak meninggi. Warnanya dapat hitam berbintik-bintik atau homogen yang kadang-kadang menyerupai melanoma maligna.

  • Bentuk morfea

Secara klinis menyerupai morfea akan tetapi ditemukan tanda-tanda berupa kelainan yang datar, berbatas tegas, tumbuhnya lambat, berwarna kekuningan, pada perabaan pinggirnya keras.

PERJALANAN PENYAKIT

Kronis, perjalanan penyakitnya lambat, perkembangannya menjadi progresif saat berbentuk nodul-nodul yang baru, krusta dapat terlepas dari lesi membentuk jaringan ulserasi yang meluas. Biasanya dibutuhkan 2-3 tahun pada lesi untuk membesar mencapai 1 cm. Kasus-kasus yang tidak diobati dapat menginvasi tulang, mata dan antrum.

HISTOPATOLOGI

Sebagai dasar diagnosis. Pada gambaran histopatologi didapat gambaran proliferasi sel-sel basal epidermis yang atipik dengan atau tanpa differensiasi ( keratinisasi, struktur yang menyerupai folikel, ataupun kelenjar ) dan menginvasi sampai ke dasar dermis membentuk suatu kolom yang ireguler. Sel-sel yang membentuk massa ini dibagian perifer tersusun seperti polisade. Beberapa mitosis dapat terlihat. Pembentukan kista dengan degenerasi koloid dapat ditemukan. Tingkat inflamasi yang mengelilingi lesi berhubungan dengan derajat ulserasi. Respon berupa terbentuknya jaringan fibroblastik mencirikan basalioma tipe morfea.

PETUNJUK UNTUK MENEGAKKAN DIANOSIS

Tersangka basalioma dapat didiagnosis pada penderita dewasa dengan timbulnya gambaran kompleks yng dapat timbul bersama-sama berupa : lesi yang tidak nyeri, pertumbuhan yang lambat, tumor yang translusen atau berupa plak, dengan karakteristik seperti lilin, lingkaran yang berbatas tegas dapat disertai dengan ulserasi dan berdarah.

DIAGNOSIS BANDING

  • Karsinoma sel skuamosa
  • Keratosis seboroik
  • Melanoma maligna

PENATALAKSANAAN

Penatalaksanaan sebaiknya dimulai semenjak diagnosis ditegakkan. Tujuannya adalah untuk mengobati secara permanen dengan mempertahankan faktor kosmetik estetika. Pengobatan bersifat individual yang tergantung pada ukuran, lokasi, dan tipe lesi. Tindakan bedah berupa eksisi dan radioterapi diketahui efektif. Lesi yang kecil dapat diobati dengan kuretase dan elektrokoagulasi/kauterisasi. Lesi dengan tipe morfea mempunyai sifat resisten terhadap radioterapi. Kemosurgeri dengan tehnik Mohn’s sangat membantu pada lesi yang bersifat invasif. Obat – obat sitostatika topikal dapat membantu pada tipe superfisialis. Biopsi harus dilakukan pada semua lesi.

PROGNOSIS

Prognosisnya cukup baik, bila diobati sesuai dengan cara yang telah ditekuni oleh masing-masing bagian.

DAFTAR PUSTAKA

  1. I Gusti Agung K. Ratu, “Tumor Kulit “, Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, Edisi ke-3, FKUI Jakarta Hal 211-223.
  2. Robbins dan Kumar, “Kulit”, Buku Ajar Patologi Anatomi I, Edisi ke-4, EGC, 1995: 125-150
  3. R. Sjamsuhidayat dan Wim de Jong, “Kulit”, Jarsinoma Sel Basal, Buku Ajar Ilmu Bedah, Edisi revisi, EGC, 1998:430.

 

 

 

Leave a comment »

KARSINOMA SEL BASAL

KARSINOMA SEL BASAL

SINONIM

Beberapa sinonim dikenal antara lain : basal cell epithelioma (BCE),basalioma, ulkus rodens, ulkus jacob, tumor komprecher, basal cell carcinoma (BCC).

EPIDEMIOLOGI

Merupakan tumor malignant/ganas yang bersifat pertumbuhannya lambat. Sebagian besar pasien berusia lebih dari 40 tahun dan mengenai lebih banyak pria dibandinmgkan perempuan. Sangat jarang terjadi pada anak-anak. Lebih banyak muncul pada individu yamg berhubungan dengan pemaparan sinar matahari. Resiko terjangkit penyakit ini menurun pada orang-orang kulit berwarna, terutama sangat jarang terjadi pada orang-orang negro afrika.

ETIOLOGI

Idiopatik,pemaparan yang berlebihan oleh sinar matahari, radiasi ionisasi (X-ray, radium), karsinogen kimiawi (tembakau, ter, minyak tanah, oli), trauma mekanik, trauma suhu, dan mengkonsumsi makanan yang mengandung arsen secara terus menerus, diketahui dapat meningkatkan resiko. Juga biasanya pada individu yang mempunyai riwayat keluarga yang menderita penyakit ini.

GEJALA KLINIS

Tumor ini umumnya ditemukan didaerah berambut,bersifat invasif,jarangmmempunyai nak sebar (metastases). Dapat merusak jaringan sekitarnya,malah dapat sampai ketulang, serta cenderung untuk residif lebih-lebih bila pengobatan tidak adekwat.

Bentuk klinis yang banyak ditemukan :

  • Bentuk nodulus (termasuk ulkus rodens )

Bentuk ini paling sering ditemukan. Gambaran klinis yang khas berupa gambaran keganasan dini seperti : tidak berambut, berwarna coklat/hitam, tidak berkilat (keruh). Bila sudah berdiameter 0,5 cm sering ditemukan pada bagian pinggir berbentuk papula,meninggi, anular, dibagian tengah cekung yang dapat berkembang menjadi ulkus (ulkus rodent) kadang-kadang ditemukan telangiektasis. Pada perabaan terasa keras dan berbats tegas.

  • Bentuk kistik

Bentuk ini agak jarang ditemukan. Permukaannya licin, menonjol dipermukaan kulit berupa nodus atau nodulus. Pada perabaan keras dan mudah digerakkan dari dasarnya.

  • Bentuk superfisial

Bentuk ini menyerupai bentuk Bowen. Lupus eritematosus, psoriasis atau dermatomikosis. Ditemukan dibadan umumnya multipel. Ukurannya dapat berupa plakat dengan eritema, skuamasi halus dengan pinggir yang agak keras seperti kawat dan agak meninggi. Warnanya dapat hitam berbintik-bintik atau homogen yang kadang-kadang menyerupai melanoma maligna.

  • Bentuk morfea

Secara klinis menyerupai morfea akan tetapi ditemukan tanda-tanda berupa kelainan yang datar, berbatas tegas, tumbuhnya lambat, berwarna kekuningan, pada perabaan pinggirnya keras.

PERJALANAN PENYAKIT

Kronis, perjalanan penyakitnya lambat, perkembangannya menjadi progresif saat berbentuk nodul-nodul yang baru, krusta dapat terlepas dari lesi membentuk jaringan ulserasi yang meluas. Biasanya dibutuhkan 2-3 tahun pada lesi untuk membesar mencapai 1 cm. Kasus-kasus yang tidak diobati dapat menginvasi tulang, mata dan antrum.

HISTOPATOLOGI

Sebagai dasar diagnosis. Pada gambaran histopatologi didapat gambaran proliferasi sel-sel basal epidermis yang atipik dengan atau tanpa differensiasi ( keratinisasi, struktur yang menyerupai folikel, ataupun kelenjar ) dan menginvasi sampai ke dasar dermis membentuk suatu kolom yang ireguler. Sel-sel yang membentuk massa ini dibagian perifer tersusun seperti polisade. Beberapa mitosis dapat terlihat. Pembentukan kista dengan degenerasi koloid dapat ditemukan. Tingkat inflamasi yang mengelilingi lesi berhubungan dengan derajat ulserasi. Respon berupa terbentuknya jaringan fibroblastik mencirikan basalioma tipe morfea.

PETUNJUK UNTUK MENEGAKKAN DIANOSIS

Tersangka basalioma dapat didiagnosis pada penderita dewasa dengan timbulnya gambaran kompleks yng dapat timbul bersama-sama berupa : lesi yang tidak nyeri, pertumbuhan yang lambat, tumor yang translusen atau berupa plak, dengan karakteristik seperti lilin, lingkaran yang berbatas tegas dapat disertai dengan ulserasi dan berdarah.

DIAGNOSIS BANDING

  • Karsinoma sel skuamosa
  • Keratosis seboroik
  • Melanoma maligna

PENATALAKSANAAN

Penatalaksanaan sebaiknya dimulai semenjak diagnosis ditegakkan. Tujuannya adalah untuk mengobati secara permanen dengan mempertahankan faktor kosmetik estetika. Pengobatan bersifat individual yang tergantung pada ukuran, lokasi, dan tipe lesi. Tindakan bedah berupa eksisi dan radioterapi diketahui efektif. Lesi yang kecil dapat diobati dengan kuretase dan elektrokoagulasi/kauterisasi. Lesi dengan tipe morfea mempunyai sifat resisten terhadap radioterapi. Kemosurgeri dengan tehnik Mohn’s sangat membantu pada lesi yang bersifat invasif. Obat – obat sitostatika topikal dapat membantu pada tipe superfisialis. Biopsi harus dilakukan pada semua lesi.

PROGNOSIS

Prognosisnya cukup baik, bila diobati sesuai dengan cara yang telah ditekuni oleh masing-masing bagian.

DAFTAR PUSTAKA

  1. I Gusti Agung K. Ratu, “Tumor Kulit “, Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, Edisi ke-3, FKUI Jakarta Hal 211-223.
  2. Robbins dan Kumar, “Kulit”, Buku Ajar Patologi Anatomi I, Edisi ke-4, EGC, 1995: 125-150
  3. R. Sjamsuhidayat dan Wim de Jong, “Kulit”, Jarsinoma Sel Basal, Buku Ajar Ilmu Bedah, Edisi revisi, EGC, 1998:430.

 

 

 

Leave a comment »